Menolak kemunkaran dan ketidakadilan adalah perintah Seperti ketika Nabi Musa diperintah oleh Allah Swt untuk menghentikan arogansi Fir’aun. "Pergilah kamu kepada Fir'aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas". (QS. 79:17). Dalam perjalanan sejarah, pelaku ketidakadilan cenderung dilakukan oleh mereka-mereka yang memiliki radius tidak jauh dengan kekuasaan. Dalam kasus tertentu bahkan dikomandoi oleh orang nomer satu di wilayahnya.
Maka, sebagai sebuah perintah. Memerangi kemunkaran dan ketidakadilan mau tidak mau harus ditunaikan. Walaupun dengan kadar dan intensitas yang berbeda. ” Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim).
Tentu, tidak selamanya kita menjadi orang-orang yang memiliki keimanan minimal. Hanya bisa mengelus dada ketika arogansi dan kesewenangan diperagakan oleh para penguasa.
Selengkapnya...
Kamis, 28 Mei 2009
Selayang Pandang
Langganan:
Komentar (Atom)
