Saatnya Kita Berangkat

Posted by KoJA On Mei - 28 - 2009

Saatnya Kita Berangkat (SKB) adalah buku seri Recik-recik Spiritualitas Islam. SKB meitikberatkan pada berbagai hal yang seyogyanya disandang dan dilakukan oleh manusia sehubungan dengan perjalanan jauhnya menuju alam keabadian. "Subhanallah, setiap ketulusan hati, kelezatan cinta pada-Nya dan semangat menyelamatkan ummat melahirkan ketajaman makna sehingga setiap kata menjadi hikmah. Jazakumullah, ayahanda, murabbi Abu Ridha" (Ust. Arifin Ilham/Pendiri Yayasan Az-Zikra). ...

Persiapan Menuju Akhirat

Posted by KoJA On Mei - 28 - 2009

Karya-karya Ibnu Hajar al-’Asqalani merupakan warisan budaya yang sangat berharga yang seharusnya diwarisi oleh generasi sesudahnya. Dalam konteks pelestarian budaya dan kesinambungan kesejarahan suatu bangsa atau ummat, pewarisan budaya dan produk-produk otentiknya menjadi sangat penting. Bahkan pewarisan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari pelestarian identitas suatu bangsa atau ummat. (Abu Ridha/Penerjemah) . ...

Bercermin Pada Diri (segera terbit)

Posted by KoJA On Mei - 28 - 2009

Cermin itu adalah hati yang pantulannya dapat dilihat pada wajah. Hati laksana cermin yang dapat memantulkan segala sesuatu yang dihadapi dan diinginkannya. Sebagai cermin, hati adalah alat untuk mengenali diri sendiri, sedangkan orang lain mengenali diri kita melalui wajah kita yang merefleksikan keadaan hati kita yang sesungguhnya. Buku Bercermin Pada Diri segera terbit. .. ...

Kamis, 28 Mei 2009

Selayang Pandang

Menolak kemunkaran dan ketidakadilan adalah perintah Seperti ketika Nabi Musa diperintah oleh Allah Swt untuk menghentikan arogansi Fir’aun. "Pergilah kamu kepada Fir'aun, Sesungguhnya Dia telah melampaui batas". (QS. 79:17). Dalam perjalanan sejarah, pelaku ketidakadilan cenderung dilakukan oleh mereka-mereka yang memiliki radius tidak jauh dengan kekuasaan. Dalam kasus tertentu bahkan dikomandoi oleh orang nomer satu di wilayahnya.

Maka, sebagai sebuah perintah. Memerangi kemunkaran dan ketidakadilan mau tidak mau harus ditunaikan. Walaupun dengan kadar dan intensitas yang berbeda. ” Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah selemah-lemahnya iman”. (HR. Muslim).

Tentu, tidak selamanya kita menjadi orang-orang yang memiliki keimanan minimal. Hanya bisa mengelus dada ketika arogansi dan kesewenangan diperagakan oleh para penguasa. Selengkapnya...

 

© 2009 Fresh Template. Powered by Blogger.

Fresh Template by NdyTeeN